Langsung ke konten utama

Menjadi Penulis Buku Mayor

 KBMN 29

Pertemuan 21

Narasumber:Joko Irawan Mempuni, S.Pd

Moderator: Lely Suryani S.Pd,SD



Pemateri malam ini adalah seorang Direktur Penerbitan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia mulai dari 2004 hingga sekarang.






Harus fokus nih.. jangan sampai terlewat penjelasannya.. agar buku kita bisa diterbitkan di Penerbit Mayor..adi perlu saya luruskan dulu ya.. tidak ada istilah Penulis Buku Mayor. Yang ada adalah Penulis dari Penerbit Mayor.Jadi yg mayor adalah penerbitnya..



Penerbit adalah  Industri kreatif yang didalamnya ada kolabarasi insan2 kreatif : Penulis, Editor, Layouter, Ilustrator dan desain grafis..



Ini adalah bagian dari industri kreatif penerbitan cetak, saat ini dan mendatang akan bertambah insan2 kreatif bidang lain yang akan bergabung seiring dengan perkembangan dunia penerbitan yang kini sudah mengarah pada Publisher 5,0. yang memanfaatkan teknologi IT untuk menerbitkan karya2 kreatif.


Ada jenis2 buku didunia ini, biasanya klasifikasi jenis buku digambar dengan grafis yang mirip sirip ikan seperti ini:




Dua kategori besar jenis buku adalah buku Teks (buku sekolah-kampus) dan buku Non Teks (buku-buku populer). Buku sekolah disebut buku pelajaran sedangkan kampus disebuat buku Perti (perguruan tinggi). Buku Nonteks  dibagi dua lagi menjadi buku Fiski dan Non Fiksi. Sehingga grafisnya akan tergambar seperti ini:















mari kita lihat grafis2 hasil survei yang menggambarkan dunia perbukuan di Indonesia..


























Sekarang mari kita lihat contoh2 buku yang telah terbit:







Nah dari gambar2 cover buku yang telah terbit dengan caption2 penjelasannya. Sekarang kita cek pada diri kita masing2 kita pada leval mana terkait dengan tulis menulis.. perhatikan gambar sebb:





Industri penerbitan bila digambar utuh lengkap maka ekosistemnya seperti ini:






Tingkat literasi bangsa ini sampai saat ini masih banyak dikeluhkan banyak pihak akibat rendahnya tingkat litersai dibanding negara lain sekawasan. Inilah sebabnya:




Bagaimana proses penerbitan mulai dari  memasukan/mengirinmkan naskah buku ke penerbit hingga buku itu terbit dan beredar. inilah gambarnya.. rumit ya..







saatnya mengetahui  Penerbit yang baik dan Penerbit yang perlu diwaspadai.. berikut point2 nya..



Adakutipan yang sangat menarik untuk para calon penulis:



Nah sekarang mengapa kita harus menulis? Apa sih yang didapatkan ketika penulis tersebut sudah berhasil menerbitkan buku secara profesional dan diterbitkan oleh penerbit yang bereputasi.. ini yang akan didapatkan:

 Ini riancian penjelasanny:





Pertanyaan besar yang sering muncul adalah apa kriteria gar naskah buku dapat diterima oleh penerbit untuk dapat diterbitkan. Karena tidak semua naskah dapat diterima. Sebagai contoh penerbit ANDI itu tiap bulan menerima naskah masuk bisa sampai 500 nasakah. Namun yang diterima untuk diterbitkan hanya 50 Judul saja. Inilah kriteria penilaiannya:






 bagaimana cara menilai tema populer?'tenatunya jawabnya dengan data. Salah satu data yang dipakai adalah trend dari google trend. contohnya:





Hampir semua Tema yang ada matakuliahnya atau ada mapelnya pasti laku dipasaran. lihat contoh2 berikut ini:

 Bahkan kita bisa tahu minat paling besar dari daerah mana?






sekarang bagaimana cara penerbit mengukur reputasi penulis?. Semua pasti pakai data. Dalam hal ini penerbit memakai data salah satunya dari Google Scholer/Cendekia lihat gambar nya:





ini hasil untuk penulis yang berama Fandy Tjiptono, perhatikan angka2 sitasinya, bagus bukan? ANDI memiliki syarat minimal penulis harus memilki sitasi 2000


 Jadi berfikirlah seperti pola dalam gambar ini




 , saat ini menulis menjadi sangat mudah dengan bantuan AI, salah satunya ChatGPT, contoh gambar dibawah ini bagaimana menulis proposal skripsi termasuk kontennya dengan bantuan AI.












Tulislah buku yg memiliki pasar yg besar, atau bisa nulis bareng dengan penulis yang telah memiliki reputasi..

Sangat jelas sekali pemaparan pemateri malam ini. Semoga kita banyak mendapatkan manfaat dari curahan ilmu yang disampaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola Majalah Sekolah

 KBMN 29 Pertemuan ke 11 Moderator: Nur Dwi Yanti, M.Pd Narasumber: Widya Setianingsih S.Ag. Darimana orang faham tentang sekolah kita?  Bisa dari diri kita sendiri ataupun dari orang lain.  Bagaimana jika sekolah kita ingin dikenal secara luas oleh khalayak ramai?  Selain dengan bantuan medsos, kita bisa mengenalkan sekolah kita lewat tulisan di Majalah Sekolah Seluk Beluk Majalah Menurut KBBI (kamus Besar Bahasa Indonesia) majalah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik,pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca Waktu penerbitan sebuah majalah di bedakan atas majalah tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya Menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalahberita, anak-anak wanita,remaja,olah raga, sastra ilmu pengetahuan tertentu,dan sebagainya Adapun yang akan di bahas dalam pertemua ke sebelas ini di KBMN 29 adalah menulis di majalah sekolah. Majalah sekolah adalah majalah yang dikelola ,dibuat dan diedarkan dik...

Menulis Buku Cerita Digital

 KBMN 29 Pertemuan ke 16 Moderator: Raliyanti Narasumber: Nur Dwi Yanti, M.Pd Pertemuan malam ini materi disampaikan oleh narasumber Nur Dwi Yanti M.Pd,ada sedikit yang berbeda pada penyampaian materi kali ini yaitu menggunkakan zoom meeting. Situasi ini terasa lebih interaktif namun yang kurang bersahabat adalah mata dan kondisi tubuh yang kurang dapat diajak focus karena terlalu letih hingga sayup sayup terdengar pejelasan pemateri. Syukurnya materi dapat di baca kembali selesai zoom meeting. Pengertian EBOOKE book adalah singkatan dari electronik book. Atau jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi buku elektronik. Ebook adalah sebuah buku panduan dalam versi digital, di mana buku tersebut dapat dibuka melalui perangkat elektronik. Contoh alat elektronik: komputer, gadget, hanphone dll. Nah, sebenarnya ebook sama saja dengan buku-buku biasanya. Hanya saja ebook tidak lagi menggunakan lembaran-lembaran kertas untuk menyusunnya menjadi satu buku yang utuh. Sebab, eboo...

Mengatasi writer's Block

 KBMN PGRI ke-29 Pertemuan ke-7  Moderator : Ahmad Fatcudin Narasumber: Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr Profil narasumber Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr. adalah salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Wanita kelahiran tahun 1990 ini menikah dengan Muhammad Kholil, S.Pd.I. dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Muhammad Fatih Musyfiq. Selain aktif di MGMP, anak kedua dari pasangan Dastewi, S.Pd. dan Tia Makmur Setiana, S.Pd. ini juga aktif di bidang literasi.  Riwayat pendidikan : SDN Cipeundeuy Subang (1996-2002) SMPN 1 Cipeundeuy Subang (2002-2005) SMAN 1 Purwakarta (2005-2008) Pendidikan Kimia UPI (2008-2012) PPG Daljab A3 UNM( 2020) Topik malam ini begitu menarik perhatian saya. Yakni mengatasi writer''s Block. Meski mudah dan banyak orang yang bisa menulis, masalahnya ... terkadang para penulis itu terkena *WB, alias _writer's block_,* suatu kondisi dimana ide menulis seolah menguap, penulis mengalami pelambatan dalam menulis, serta berbagai ...